3 Jul 2014

Menyikapi Penghinaan

Assalammualaikum sahabat..

Jika orang menghina kita, lalu kita hina lagi…
Dia menyebar fitnah, kita sebar fitnah lagi…
Dia membeberkan aib, kita beberkan aib lagi…
Kalau itu yang kita lakukan,, apa perlunya kita sekolah tinggi-tinggi?
Apa perlunya kita belajar banyak,, kalau kita hanya mampu meniru keburukan orang lain?
Sebetulnya… kita belajar,, kita meningkatkan pemahaman agama agar kita bisa berbuat lebih baik…
Jika orang menghina kita,, kita bisa berkata yang lebih baik..

Dan Rasulullah SAW tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan…
Karena kita harus yakin,,
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
“In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa-‘tum falaha” (Al-Isra : 7)
(Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri).
Jadi, kalau ada orang yang berbuat buruk kepada kita dengan berkata dan sikap buruk, tanpa kita balaspun pasti itu kembali pada dirinya…
Dan yang kembali kepada kita adalah sikap kita sendiri.

Penghinaan tidak akan mencelakakan kita, kecuali mencelakakan dirinya sendiri..
Kita hanya akan hina dan celaka kalau kita berperilaku hina dan menghina orang lain..
Oleh karena itu, jangan galau dengan keburukan orang,, tapi galaulah kalau kita berhati buruk, berfikir buruk, berbicara buruk dan bersikap buruk, karena itulah yang sebenarnya menjadi petaka bagi diri kita.

Percayalah, tidak ada yang tertukar.
Setiap perbuatan, kembali kepada pelakunya…
(Ustadz K.H Abdullah Gymnastiar)

Lihat videonya disini :)



Semoga bermanfaat, wassalammualaikum..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar