Tampilkan postingan dengan label Berbakti dan Bersilaturahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbakti dan Bersilaturahim. Tampilkan semua postingan

11 Jul 2014

Tips Mengatasi Iri ^_^

Assalammualaikum...

Tips Mengatasi Iri... ^_^

1. Bersyukur. Rasakan setiap berkah yang Allah berikan, hembuskan nafas, hirup udara, lihat terangnya bintang, mulai dari hal-hal kecil..

2. Pilih lingkungan yang positif. Biasanya kalo udah ngerumpi ya ngomongin orang, kalau temen2 yg mulai gimana? Kita dong yg akhiri..

3. Ubah pola pikir. Dari negatif jadi positif. Sering baca buku, kurangin nonton tivi. Alhamdulillah Alila ngga pernah nonton tivi ^_^

4. Catat kelebihan kita, dan milikilah impian. Tulis sebanyak-banyaknya. Tingkatkan, asah dan kejar impiannya..

5. Setiap kita itu istimewa. Hanya ada satu kita di dunia ini, ga ada orang yang sama persis. Every person is unique right?

6. Ubah rasa iri menjadi kebahagiaan. Inget yah, kita bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri kok..

7. Jadilah lebih dewasa. Terima kekurangan diri, terima perbedaan kita dengan org lain..

Terakhir, perbanyak bersyukur dan istighfar. Selamat menjadi muslimah yg lebih baik lagi :-)

by : Hijab Alila (https://www.facebook.com/notes/hijab-alila/tips-mengatasi-iri-_/584758748304256)

semoga kita terhindar dari sifat-sifat yang hanya akan merugikan kita sendiri ya Sahabat, dan menjadi insan yang lebih baik disetiap waktunya, mensyukuri setiap apa yang telah Allah berikan kepada kita... aamiin... ^_^

semoga bermanfaat, wassalammualaikum...

3 Jul 2014

Menyikapi Penghinaan

Assalammualaikum sahabat..

Jika orang menghina kita, lalu kita hina lagi…
Dia menyebar fitnah, kita sebar fitnah lagi…
Dia membeberkan aib, kita beberkan aib lagi…
Kalau itu yang kita lakukan,, apa perlunya kita sekolah tinggi-tinggi?
Apa perlunya kita belajar banyak,, kalau kita hanya mampu meniru keburukan orang lain?
Sebetulnya… kita belajar,, kita meningkatkan pemahaman agama agar kita bisa berbuat lebih baik…
Jika orang menghina kita,, kita bisa berkata yang lebih baik..

Dan Rasulullah SAW tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan…
Karena kita harus yakin,,
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
“In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa-‘tum falaha” (Al-Isra : 7)
(Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri).
Jadi, kalau ada orang yang berbuat buruk kepada kita dengan berkata dan sikap buruk, tanpa kita balaspun pasti itu kembali pada dirinya…
Dan yang kembali kepada kita adalah sikap kita sendiri.

Penghinaan tidak akan mencelakakan kita, kecuali mencelakakan dirinya sendiri..
Kita hanya akan hina dan celaka kalau kita berperilaku hina dan menghina orang lain..
Oleh karena itu, jangan galau dengan keburukan orang,, tapi galaulah kalau kita berhati buruk, berfikir buruk, berbicara buruk dan bersikap buruk, karena itulah yang sebenarnya menjadi petaka bagi diri kita.

Percayalah, tidak ada yang tertukar.
Setiap perbuatan, kembali kepada pelakunya…
(Ustadz K.H Abdullah Gymnastiar)

Lihat videonya disini :)



Semoga bermanfaat, wassalammualaikum..


23 Jun 2014

Amalan-Amalan Utama Di Bulan Ramadhan


Oleh Bapak K.H Tengku Zulkarnaen
Di Masjid Istiqlal Jakarta - Indonesia
14 Juni 2014

Lihat videonya disini :)



Semoga bermanfaat ^_^

17 Apr 2014

Bersilaturahim Kepada Tetangga

Assalammualaikum ikhwah fillah... :)

Dari ‘Aisyah ra.: Aku berkata kepada Rasulullah saw., “Aku mempunyai dua tetangga. Tetangga mana yang harus didahulukan ketika aku ingin memberi hadiah?”. Rasulullah saw. menjawab, “Kepada tentangga yang pintu rumahnya paling dekat”.
(HR Bukhari)

Hadits diatas menerangkan :
Anjuran agar perempuan berbuat baik kepada tetangga, terutama tetangga yang paling dekat.
Sebab, dialah orang yang sering melihat dan mengetahui makanan atau barang yang masuk kerumah kia.
Dia juga kadang lebih mengetahui keadaan kita yang sebenarnya, serta lebih cepat memberikan bantuan jika ada kesulitan yang menimpa kita, terutama saat kita sedang lengah.
Selanjutnya, salah satu etika bertetangga adalah tidak meremehkan sekecil apapun sedekah yang diberikannya.
Bahkan, kita dianjurkan untuk bersedekah apa saja yang bermanfaat untuk tetangga kita.
Selain sedekah berupa materi, sedekah dalam bentuk nasihat keagamaan dan kehidupan duniawi juga sangat dianjurkan.

semoga bermanfaat..

wassalammualaikum... :)

Bersedekah, Berpuasa, dan Berhaji untuk Orangtua yang Telah Wafat

Assalammualaikum ikhwah fillah… :)

Kali ini I want to share tentang apakah boleh kita bersedekah, berpuasa dan berhaji untuk orangtua yang telah wafat?
Berikut ringkasannya… semoga bermanfaat.. ^_^


Dari Buraidah ra., ketika aku sedang bersama Rasulullah saw., datanglah seorang perempuan yang berkata, “Aku bersedekah kepada seorang budak perempuan atas nama ibuku yang telah wafat”. Rasulullah saw. bersabda, “kamu pasti mendapatkan pahala dan warisannya diberikan kepadamu”. Perempuan itu bertanya, “Ya Rasulullah, ibuku memiliki kewajiban untuk mengqadha puaasa selama sebulan, bolehkah aku berpuasa atas namanya?”. Rasulullah saw. menjawab, "berpuasalah atas namanya!”. Perempuan itu bertanya lagi, “Ibuku belum berhaji, bolehkah aku berhaji atas namanya?”. Rasulullah saw. menjawab, “Berhajilah atas namanya!”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Hadist diatas menunjukkan bahwa,
*Pertama, perempuan (anak) boleh berpuasa atas nama orang tua yang telah meninggal.
*Kedua, barang yang sudah dsedekahkan oleh anak kepada orangtua boleh diwarisi sang anak ketika orang tuanya meninggal. Barang tersebut juga boleh dimanfaatkan, tetapi makruh untuk dijual.
*Ketiga, boleh menghajikan orang yang telah meninggal atau orang yang tidak mampu untuk melakukannya disebabkan faktor fisik. Hal ini telah disepakati oleh sebagian besar ulama.


Wassalammualaikum… :)