15 Jun 2014

♫Lyric Lagu Opick - Irhamna♫

Lirik Lagu Opick - Irhamna


Tinggi menggunung dosa-dosa kami..
Bertambah tinggi semakin hari..
Berjuta kesalahan berlapis kesombongan..
Selalu saja datang menghampiri..

Langkah yang rapuh jiwa yang lemah..
Segala salah adalah milik kita..

Segala puji hanya bagiMu..
Lautan ampunan kasih sayangMu..
Engkau yang pemurah Engkau yang pemaaf..
Hanya padaMu hati ini berharap..

Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..
Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..
Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..
Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..

Kasihanilah kami..
Ampunilah kami..
Selamatkanlah kami..

~~~

Langkah yang rapuh jiwa yang lemah..
Segala salah adalah milik kita..

Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..
Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..
Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..
Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim..

(Irhamna Ya Allah Ya Rohmaan Ya Rohiim)
Ya Allah Ya Rohmaan Ya Allah Ya Rohiim..
Ya Allah…. Irhamna….

Lihat Videonya disini :)


13 Jun 2014

♥♫•*¨Meneladani 4 Perempuan Dambaan Surga✿ܓ

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Di era serba instan ini, banyak godaan materi yang senantiasa dihadapi oleh kaum perempuan. Namun, untuk menghindari godaan-godaan tersebut kita selalu diingatkan oleh Allah untuk memulai sesuatu hal dengan bersyukur. Bersyukur dengan apa yang dalam diri, khususnya bersyukur terhadap segala hal yang tidak tampak, seperti ketaatan, kesehatan diri, ketenangan yang ada di dalam hati, serta lingkungan yang baik. Itulah nikmat syukur yang harus kita dahulukan, sebelum mensyukuri hal lain.
Terkait dengan qalbu, kita juga harus melakukan permohonan maaf dan memaafkan. Tak sedikit keadaan yang membuat kita jengkel atau sedih, dimana di luar kendali kita. Oleh karena itu, setiap hari diusahakan kita berintrospeksi diri dengan meminta maaf dan memaafkan. Jangan sampai, ketika kita berbuat amalan, masih ada satu ganjalan dalam hati yang kita rasakan, yaitu mendendam.

Saudaraku, ketika kita ditanya: “Bagaimana menjadi perempuan dambaan syurga?“, kita tidak perlu mencari buku atau broswing internet, karena Allah telah memberikan pedoman lengkapnya, yaitu melakukan perbuatan dan ibadah yang didambakan oleh syurga, sesuai al-Qur’an dan As-Sunah.
Saat ini perempuan identik dengan kecantikan lahiriah, sampai-sampai banyak produk kecantikan yang memberikan iming-iming kulit putih dalam waktu satu minggu. Sayangnya tidak jarang para perempuan tidak melihat berapa harga yang ditawarkan. Asal bisa putih dan cantik, mereka berharap bisa membayar berapa pun. Padahal, ada kecantikan yang tak akan pernah pudar yaitu yang ada dalam qalbu. Kecantikan itu berupa ketaatan kepada Allah, kesederhanaan, kelembutan dan pengorbanan.
Dalam Surat An-Nahl (16) : 97 berbunyi : “ Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa telah mereka kerjakan”.
Dalam surat tersebut kita mengerti, bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal kebajikan harus disertai iman. Ketika iman sudah bersemayam dalam qalbu, dan ketika melakukan kebaikan maka Allah akan membalasnya dengan balasan yang baik pula.
Melalui media elektronik kita bisa melihat, perempuan yang mempunyai paras cantik dan kepintaran, dipuja-puja di ajang Miss Universe. Tak dapat dipungkiri, jika beberapa remaja mengidolakan mereka. Melihat fenomena tersebut, para ibu harus menanamkan pada anak-anak mereka sejak dini, bahwa perempuan yang didamba syurga bukan mereka yang bergelar Miss Universe atau Putri Indonesia, tetapi seperti yang ada dalam sebuah hadist berikut ini:
“Wanita paling utama di surga adalah Khadijah binti Kuwalid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imrah dan Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun.” (HR. Ahmad dan Thabrani)
Perempuan dambaan al-Qur’an adalah sebagaimana Khadijah, Fatimah, Maryam, maupun Asiyah. Kita sebagai perempuan harus meneladani sifat-sifat mereka, bukan meniru sifat-sifat Miss Universe, Putri Indonesia, atau perempuan-perempuan yang masih jauh dari syariat Islam atau masih melanggar perintah Allah.
Berbicara tentang Khadijah binti Khuwalid , ada ucapan Rasulullah untuk Ummul Mukminin Khadijah kita yaitu “Allah SWT tidak akan memberikan wanita pengganti untukku yang lebih baik darinya. Ia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar kepadaku. Ia mempercayaiku ketika orang – orang mendustakanku, ia menghiburku dengan hartanya ketika orang-orang menghalangiku. Ia memberiku anak keturunan ketika istri-istriku yang lain tidak bisa memberinya untukku.”
Kisah tersebut menjelaskan, bahwa saat Rasulullah mendapatkan wahyu di Gua Hira, maka Khadijahlah adalah wanita pertama yang menenangkan, sekaligus beriman dan mempercayai Muhammad sebagai Rasul. Ketika itu, Khadijah juga mengorbankan hartanya untuk berjuang di jalan Allah. Masya Allah. Begitulah Khadijah, wanita yang penuh pengorbanan selama hidupnya.

Ketika berbicara tentang Fatimah binti Muhammad, maka dalam sebuah hadist disebutkan, bahwa “Sesungguhnya Fatimah adalah pemimpin wanita penghuni surga.” (HR. Al-Hakim). Bahwa Fatimah menggantikan fungsi ibunya dalam mengurusi ayahnya Rasulullah SAW, setelah ibundanya wafat. Ia hidup dalam kesederhanaan dan sifat yang paling menonjol adalah tidak pernah mengeluh akan kekurangan hartanya.

Begitu pula Asiyah binti Muzahim. Ia adalah suri tauladan bagi wanita beriman. Ia adalah istri Firaun, pemimpin yang mengaku Tuhan, sangat berkuasa, kafir, dan menggetarkan istana, karena kesyirikan dan paganismenya. Meski istri seorang Firaun, iman Asiyah sangat dalam. Hubungannya dengan Allah sangat kuat, pemahamannya luar biasa, ucapannya halus, logikanya tajam, dan permintaannya halus.

Perempuan terakhir dambaan al-Qur’an adalah Maryam ibunda Isa AS. Dalam surat Ali Imron ayat 42 tertulis: “Hai maryam sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa hidup dengan kamu).“. Ia adalah satu-satunya perempuan suci, yang melahirkan putra tanpa ayah. Satu-satunya perempuan yang namanya disebut dalam Al-Qur’an beberapa kali. Bahkan ia menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur’an.

Saudaraku, semoga kita semua dapat berusaha meneladani perempuan dambaan Syurga di atas. Amiin...

dikutip dari salingsapa.com)


Semoga bermanfaat, wassalammualaikum…. ^_^

12 Jun 2014

♥Insya Allah atau In Shaa Allah?♥

Assalammualaikum ikhwah fillah... :)
kali ini I want to share tentang penulisan Insya Allah atau Inshaa Allah...
Sebenarnyaa bagaimana yang sesuai dengan arti "Bila Allah Berkehendak"?
Biar tidak bingung, berikut penjelasannya dari Ust. Felix Siauw, yang dikutip dari website beliau http://felixsiauw.com/.. ^_^


Lebih dari ratusan kali saya ditanya tentang perkara ini, berkaitan dengan penulisan transliterasi bahasa Arab, mudah-mudahan status ini jadi penjelas sebagaimana seharusnya.

pertama-tama, bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arab tersusun dari huruf hijaiyah semisal ا (alif), ب (ba), ت (ta) dan seterusnya.
perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia), misalnya, kata الله dalam bahasa Arab, bila di-transliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung kesepakatan transliterasi
bila orang Indonesia sudah nyaman membaca tulisan الله dengan transliterasi “Allah” ya tidak perlu diganti dengan “Alloh” atau “Awloh”, toh bacanya juga sama walau tulisannya beda :D

By the way, bahkan kalo orang nulis Allah dengan huruf kecil juga nggak dosa, karena dalam bahasa Arab aslinya الله pun nggak ada huruf besar dan huruf kecil :D
hanya kembali lagi, karena transliterasi dan penghormatan kepada Dzat Yang Maha Agung, ya sejatinya sudah kita tulis dengan “Allah”
ok, sekarang, Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله hehe..
jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah
jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak
nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,
kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”
masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..
saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia :D
nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…
karena yang satu ini beda lagi masalahnya :D
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)
dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Kesimpulannya? :D
jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya :D
yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)
إن شاء الله :D
akhukum @felixsiauw


sekian, semoga bermanfaat...
wassalammualaikum... ^_^


♫Lyric Lagu Opick – Asma’ul Husna♫

Assalammualaikum ikhwah fillah... :)
Apa kabar hari ini?
Apakah lebih baik dari hari kemarin?
Semoga begitu... aamiin :)

This Time, I Want to share Lyric lagu Opick - Asmaul Husna dan videonya yang telah diunggah ke Youtube...
berikut lyriknya... semoga bermanfaat, untuk membantu menghafalkannya dan jangan lupa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.. :)


Ya Allah.. Ya Rahmaan.. Ya Rahiim.. Ya Malik…
Ya Quddus.. Ya Salam.. Ya Mu'min.. Ya Muhaimin…
Ya Aziiz.. Ya Jabbar.. Ya Mutakabbir.. Ya Kholiq…
Ya Baari'.. Ya Mushowwiru.. Ya Ghoffar.. Ya Qohhaar…

Ya Wahaab.. Ya Rozzaaq.. Ya Fattaah.. Ya 'Alim…
Ya Qabidh.. Ya Baasith.. Ya Khafidh.. Ya Rafi'…
Ya Mu'izzu.. Ya Mudzillu.. Ya Samii'.. Ya Bashiir…
Ya Hakam.. Ya 'Adl.. Ya Lathiif.. Ya Khabiir...

Ya Haliim.. Ya 'Adzim.. Ya Ghafuur.. Ya Syakuur…
Ya 'Aliyu.. Ya Kabiir.. Ya Hafidz.. Ya Muqiit…

Ya Hasiib.. Ya Jalii.. Ya Kariim.. Ya Raqiib…
Ya Mujiib.. Ya Wasi'.. Ya Hakiim.. Ya Waduud…
ya Majiid.. Ya Baa'its.. Ya Syahiid.. Ya Haqq…
Ya Wakiil.. Ya Qawiy.. Ya Matiin.. Ya Walii…

LailaahaillALLAH…. LailaahaillALLAH…
LailaahaillALLAH…. LailaahaillALLAH… ALLAH…

Ya Hamiid.. Ya Muhshi.. Ya Mubdi'.. Ya Mu'iid,
Ya Muhyi.. Ya Mumiit.. Ya Hayyu.. Ya Qayyum…

ALLAH… ALLAH…

Ya Waajid.. Ya Maajid.. Ya Waahid.. Ya Ahad...
Ya Shamad.. Ya Qaadir.. Ya Muqtadir.. Ya Muqaddim...
Ya Muakhir.. Ya Awwal.. Ya Akhir.. Ya Dzaahir...
Ya Baathin.. Ya Waadii.. Ya Muta'alii.. Ya Barr...
Ya Tawwaab.. Ya Muntaqim.. Ya Afuw.. Ya Ra'uuf...
Ya Maalik-al Mulk.. Ya Dzal Jalali wal Ikram…

LailaahaillALLAH…. LailaahaillALLAH…
LailaahaillALLAH…. LailaahaillALLAH… ALLAH…

Ya Muqsith.. Ya Jaami'.. Ya Ghani.. Ya Mughni…
Ya Maani'.. Ya Dharr.. Ya Naafi'.. Ya Nuur...
Ya Haadi.. Ya Badii'.. Ya Baqii.. Ya Warits...
Ya Rosyiid.. Ya Shabuur…


See This Video On Youtube :)


keep istiqomah, wassalammualaikum... ^_^

10 Jun 2014

•Aku Tak Tahu•

Apa yang kau katakan itu benar adanya?
Atau hanya sekedar kata-kata?
Aku tak tahu apa yang sebenarnya di hatimu
Aku tak tahu perasaanmu
Yang aku tahu, aku ada rasa padamu

Jangan tempatkan aku antara ‘ya’ dan ‘tidak’
Jikallau ‘ya’ bilang ‘ya’
Jikalau ‘tidak’ bilanglah 'tidak'
Agar hati ini tidak terlalu berharap

Ya,
Apakah ini hanya pelampiasan belaka?
Apakah aku hanya menjadi terang saat gelap?
Dan saat terang, kau lupakan aku

Jujurlah,
Apa yang kau rasakan, katakanlah
Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?
Karena kuminta cinta yang seutuhnya
Bukankah kau juga seperti itu?

Apakah kau akan memutuskannya dan pergi bersamaku?
Atau kau tiup api ini dan pergi bersamanya?
Dia yang benar kekasihmu.
Katakanlah

Aku tak mampu menunggumu terlalu lama
Katakanlah walau menyakitkan
Aku siap
Katakanlah, aku menunggumu..

1 Jun 2014

Tafsir Surat An-Naml Ayat 15-16

Assalammualaikum ikhwah fillah :)

Tafsir Surat An-Naml Ayat 15, streaming dari salingsapa.com
Oleh Bapak Prof. KH. Didin Hafiduddin M,Sc (Ketua BaZNas RI)
Di Masjid Al-Hijri Bogor, Jawa Barat – Indonesia
Tanggal 18 Mei 2014


Lihat videonya di:)
salingsapa.com (copy-paste) http://www.salingsapa.com/video/read/ceramah/562/tafsir-al-qur-an-surat-an-naml-ayat-15.html

atau di Youtube :)


Al-Hadits:
خُيِّرَ سُلَيْمَانُ بَيْنَ الْمَالِ وَالْمُلْكِ وَالْعِلْمِ فَاخْتَارَ الْعِلْمَ فَأُعْطِيَ الْمُلْكُ وَالْمَالُ لِاخْتِيَارِهِ الْعِلْمِ
“Nabi Sulaiman diberi pilihan antara harta, kerajaan, atau ilmu. Maka Sulaiman memilih ilmu. Lalu dengan sebab memilih ilmu (pada akhirnya) ia diberi kerajaan dan harta".
(H.R. Ibnu ‘Asakir dan ad-Dailami)

sekian, semoga bermanfaat...
keep istiqomah, wassalammualaikum.. ^_^